ketika menghayati diri ini, saya merasa seperti mata uang. memiliki gambar dan keterangan yang berbeda di setiap sisinya, namun juga ada suatu persamaan kecil yang saling menjelaskan antar sisinya.begitupun diri saya. awalnya sangat sulit bagi saya menunjukan sisi lain dari diri ini ke orang lain. takut orang-orang tidak bisa menerimanya, takut jadi ga punya temen setelah itu, takut dimarahin orang tua, takut masuk neraka. tetapi rasanya semakin hari semakin mengganggu karena ternyata sisi ini ingin menjadi eksis. sebelum membiarkannya muncul, saya melakukan banyak pengamatan. lah tuh orang bisa cuek2 aja yah? nah yang itu kok biasa aja, dia juga masih banyak punya teman? tidak pernah ada keharusan dalam hidup ini, saya yang membuat diri saya menjadi harus. bahkan Tuhan pun membuat semua menjadi ambigu dan kembali manusia diuji kemampuan berpikirnya dan kesediaanya mengambil jalan apapun dengan segala resikonya. Tuhan sudah mejnabarkan dengan jelas masing2 resiko dari setiap perbuatan. bahkan Tuhan pun tidak mengharuskan... Tuhan pun mengerti memang tidak mungkin kehidupan hanya ada satu sisi saja. tidak dengan setiap orang saya mampu menampilkan kedua sisi tersebut, hanya dengan orang-orang yang saya yakin tidak mudah menjatuhkan judgement. rasanya sangat menyenangkan karena akhirnya saya bisa juga mengeksplorasi sisi saya yang satu lagi. saya berkenalan dengan sisi saya yang selama ini saya sembunyikan di pojok gelap kehidupan saya. ketika ia muncul awalnya saya takut karena ia begitu asing, begitu dingin, begitu kelam, dan begitu-begitu yang lainnya. setelah kami menyatu...ia tidak asing, tidak dingin, dan tidak kelam seperti yang saya lihat sebelumnya. ia adalah saya dan saya adalah dia. setelah mengenal dirinya saya kini semakin memahami diri saya utuh. saya mulai tahu apa keinginan dan bagaimana pencapaiannya. saya juga tahu dorongan dan bagaimana mengontrolnya. rasanya menyenangkan...karena saya kini bisa melihat sisi mata uang saya dalam terang. betapa jelas guratan-guratan dan torehan tinta disisi itu. ia memang berbeda tetapi ia adalah saya, bagian dari diri saya yang tidak mungkin bisa saya hilangkan. saya memilih untuk menerimanya dan melebur bersamanya. sulit memang oleh karena itu saya masih tetap membutuhkan orang-orang yang mengerti tentang ini semua dan tidak mudah menjatuhkan judgment. saya membutuhkan mereka untuk membuat saya merasa nyaman ketika mengeksplor. dan saya sudah menemukan orangnya. terimakasih popeye tuk bisa menerima diri ini seutuhnya...i luv u |