hari ini keluarga berkumpul untuk membicarakan ttg rumah warisan yang akan dibeli oleh kakak. yah intinya menanyakan kepada kami semua apakah kami berkeberatan jika ia membeli dan penjelasan detail ttg biaya dan proses admnya. warisan...harta ibu yang tinggalkan di dunia untuk kami anak-anak dan suami tercintanya. ketika kita akan meninggalkan dunia yang fana ini, apa yg bisa kita jadikan sebagai bukti bahwa kita pernah ada di dalamnya? turut serta dalam perjalanan usia bumi ketika ia pun menua? apa yang akan mengingatkan para keturunan kita akan adanya para pendahulu sebelum mereka? warisan itulah. warisan pun bentuknya beraneka macam. ada yg berbentuk material , ada yang berbentuk immaterial . bahkan anak merupakan warisan. tanpa disadari dalam diri anak tertulis juga sejarah hidup kita.bagaimana kita memberi ilmu dasar sebelum dia akhirnya menjadi dirinya. keberadaan kita akan diwariskan juga kepada anak.
sebenarnya apa itu warisan? kalau menurutku warisan itu seperti sejarah yang akan diteruskan kepada pemilik selanjutnya. turun temurun hingga keturunan yang terakhir yaitu manusia terakhir sebelum akhirnya kiamat.dalam sejarah itu ada eksistensi manusia yang hidup sebelumnya. yah mirip-mirip seperti tes wartegg. "seperti yang anda lihat sudah ada org yang sebelumnya menggambar disini, tugas anda ialah meneruskan gambar ini". hasil yang diadapatkan akan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. tergantung dengan tema kehidupannya selama ini. tergantung dengan pengalaman hidupnya. ada yang mengedepankan abstrak, ada yang sangat geometris.
dulu ketika ditanya mengapa ingin memliki anak. jawabannya baru untuk membuktikan bahwa diri ini mampu berfungsi seperti wanita pada umumnya, bisa melahirkan manusia kedunia dan memberikan kehidupan bagi manusia itu . tetapi kemudian aku berpikir bagaimana kalau ternyata aku tidak bisa memiliki anak. apakah aku akan menjatuhkan penilaian bahwa diri ini ternyata tidak mampu berfungsi seperti wanita pada umumnya. oooh hancurlah image wanita yang selama ini aku bangun.mungkin sebenarnya bukan itu alasan utamanya mengapa aku begitu ngotot ingin memliki anak. sebenarnya aku ingin meneruskan "ke-akuan" ini. aku ingin meneruskan pemikiranku ini kepada manusia selanjutnya. aku ingin tetap hidup dan ikut menua bersama bumi. aku ingin orang lain bisa terus mengenang sejarah hidupku yang terus berkembang dengan adanya sederetan manusia manusia baru.jadi kalau kini aku ditanya alasan untuk memiliki anak...aku akan menjawab biar tetap eksis |