kemarin aku menangis... menangisi jiwa yang rapuh ini kembali tersakiti ketika dipaksa untuk meninggalkan rumahnya menangisi kesendirian ketika kembali ke rumah yang sunyi menangisi kosongnya ruang di dalam hati.
kemarin aku menangis...merasa lelah mencari diberbagai banyak rumah. ADA rumah yang mempersilahkan masuk namun kemudian diabaikan, disentak, dan ditinggalkan. ADA rumah yang mempersilahkan masuk hanya di halaman depan, tidak diizin kan untuk memutar kenop pintu masuk ke ruang tamu. ADA rumah yang banyak sekali pintunya hingga aku menjadi bingung sediri [ini rumah yang paling menarik dan tiada bosan kurasa untuk berkelana di tiap ruangnya]
kesal...ingin ku bakar rumah-rumah itu. sedih...meragukan tempat bernaungku bingung...tetap disini atau mencari lagi?
kemarin aku menangis menangisi kebodohanku sendiri menangisi keserakahanku sendiri
ternyata...aku PUNYA rumah tidak megah memang, pas. SESUAI aku
SEDERHANA, rumahku kini. izinkan aku tinggal disini selamanya |