ga terasa sekarng bulan maret juga dah mo abis, berarti popeye dah hampir genap 3 bulan berlayar. ketika awal-awal hampir gila rasanya ga bisa berkomunikasi dengan popeye. ada aja hambatannya. giliran saya bisa menelpon disana ga bisa nerima karena diluar jangkauan. sekalinya dia bisa menelpon seringnya berantem yang sebabnya pun ga jelas (tapi yang jelas sih bukan dari pihak saya yang menyulut pertengkaran). dan yang paling bikin kami mengelus dada ialah biaya melepon yang sangat mahal. jadinya sekarang saya sudah mulai mengerti pola komunikasi popeye, setidaknya 2 minggu sekali dia baru akan menghubungi saya, dan selama itu yg bisa saya lakukan hanya menunggu. sesudah menerima telepon perasaan saya senang sekali, tetapi efek jangka panjangnya saya jadi adiksi dengan teleponnya. saya baru bisa merasakan senang setelah menerima teleponnya. saya baru bisa merasa semangat ketika mengdengar suaranya. saya baru bisa melihat trangnya dunia ketika mendengar kabar darinya. God, dia telah menjadi extasi bagi saya. semakin diberi semakin minta nambah porsinya, ketika tidak ada saya menjadi kelimpungan dan sinting abis. saya berkeliaran di muka bumi ini tanpa menapak. hanya dia lah yang bisa menarik saya kembali ke bumi. saya terjatuh, terbentur, terluka tetapi tetap tidak merasakan apapun. saya hilang dan tidak eksis tanpa dirinya. sampai suatu saat saya tersadar, kebahagiaan adalah suatu pilihan juga. sebenarnya saya bisa memilih untuk menjadi bahagia atau tidak bahagia tanpa dirinya. pengalaman masa lalu saya memilih menjadi tidak bahagia dengan ketiadaannya. oleh karena itu reaksi saya menjadi orang termalang di dunia yang ga ada bisa mengalahkan perasaan sedih saya ini. saya menjadi orang yang selalu menangis, selalu terdiam sedih, selalu tidak bergairah. saya memerankan menjadi orang yang tidak bahagia. and its work...dan saya benar2 merasa tidak bahagia tetapi saya sadar bahwa ini mulai keterlaluan, begitu bencinya ya kah saya dengan diri saya sehingga saya siksa diri saya habis2an seperti ini? tidak, saya menyayangi diri saya sebenarnya. diri saya pun berhak bahagia. ketika saya memilih untuk bahagia karena dia ada, maka saya sendiri yang mengalami kesedihan ketika dia tidak ada. bahagia bisa saya buat sendiri, dengan atau tanpa dirinya. saya juga bisa memilih menjadi bahagia ketika popeye tidak ada. melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi saya.kini program saya selanjutnya ialah berusaha mencari apa yang sebenarnya bisa bikin saya senang ketika saya seorang diri. kembali ke tugas awal, mengeksplorasi diri sendri. sudah seminggu sejak saya menanamkan program itu, dan sepertinya ini merupakan awal yang bagus. saya kembali melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti memasak, foto-foto, dan bertemu dengan teman-teman lama. saya harap memang ini adalah solusi dari masalahnya, karena keadaan ini akan terulang lagi ketika saya memutuskan untuk menikah. pastinya popeye akan tetap berpergian dengan waktu yang lama seperti sekarang ini. saya harap momen ini tidak akan saya lewatkan dengan sia-sia. ya... saya memilih untuk bahagia |